Selasa, 23 Juni 2009

RUSIA


Gambar 1. Peta Rusia

Keadaan Alam Rusia
Rusia adalah negara raksasa yang membentang hampir 10.000 km dari barat ke timur dan lebih dari 4.000 km dari utara ke selatan. Dataran luas menutupi sebagian besar wilayah Rusia. Barisan-barisan pegunungan terutama berada di wilayah timur dan selatan. Pegunungan ural yang membentang dari utara ke selatan membagi wilayah negara ini ke dalam dua bagian, yaitu Rusia bagian barat yang menempati Benua Eropa dan Rusia bagian timur yang menempati Benua Asia. Sebagian wilayah Rusia dipengaruhi ijklim benua. Namun, iklim dan vegetasi sangat bervariasi di berbagai kawasan. Di utara contohnya, terdapat dataran luas dengan iklim sedang, hutan-hutan raksasa, serta padang es yang sangat luas. Rusia memiliki daerah pertanian yang sangat luas. Negara ini juga kaya akan cadangan mineral. Negara Federasi Rusia merupakan salah satu produsen terbesar dunia untuk bbahan bakar fosil dan beragam jenis logam. Rusia adalah negara terbesar paling kuat di antara negara-negara pecahan Uni Soviet. Usai krisis pada tahun 1991, Rusia masih mengalami banyak masalah politik dan ekonomi.

Rusia bagian Barat
Rusia bagian barat berbatasan dengan Kazakstan, Georgia, dan azerbaijan di sebelah selatan. Bagian ini mempunyai garis pantai pada laut Kaspia dan Laut Hitam. Di sebelah barat, Rusia berbatasan dengan Ukraina, Belarusia, Latvia, Lithuania, dan finlandia; serta jauh di utara berbatasan dengan Norwegia. Kaliningrad, sebuah daerah yang dipisahkan oleh Luthiana dan Latvia dari daratan utama Rusia juga termasuk wilayah Rusia. Sebagian besar wilayah Rusia bagian barat adalah bagian dari dataran Eropa Besar.
Wilayah ini merupakan bagian Federasi Rusia yang paling kuat ekonominya. Kota-kota terbesar serta daerah pertanian yang paling produktif berada di wilayah ini.
Dataran Eropa Besar membentang ke Timur, mencapai Pegunungan Ural. Pegunungan ini berumur sekitar 250 juta tahun, terbentuk dari hanyutan benua yang memaksa Siberia dan Eropa bergabung. Erosi telah mengikis pegunungan ini sehingga ketinggiannya rata-rata kini adalah 600 meter. Wilayah pegunungan ini merupakan wilayah yang kaya akan mineral penting seperti batu bara, bijih besi, platinum, timah, kromium dan tembaga. Keadaan alam yang kaya akan bahan mineral ini mendukung untuk perkembangan perekonomian wilayah di sekitar Pegunungan Ural ini. Seperti di sebelah barat Pegunungan Ural bagian selatan terdapat sejumlah kota industri, seperti Perm dan Ufa. Kota-kota ini menjadi pusat penambangan dan pengolahan mineral. Industri-industri manufaktur juga dikembangkan di kota-kota ini.
Disamping kaya akan bahan mineral, Rusia juga memiliki beberapa wilayah yang subur. Lahan pertanian luas yang berada di Rusia bagian barat dikenal sebagai segitiga yang subur. Daerah ini membentang dari Laut Hitam sampai Laut Baltik, menckup daerah perbatasan bagian barat, serta melintasi wilayah Kota St.Petersburg di sebelah tenggara sampai ke bagian selatan Pegunungan Ural. Daerah segi tiga yang subur ini di tanami sereal, tanaman pakan ternak, dan sayur-mayur. Dari hasil pertanian ini sangat menopang kehidupan perekonomian Rusia. Rusia menjadi produsen utama dunia untuk gandum hitam (rye), gandum (oat), barley, gula bit, dan kentang.
Rusia Bagian Timur
Wilayah Rusia yang berada disebelah timur Pegunungan Ural dikenal sebagai Dataran Siberia Barat. Dataran ini sangat luas membentang sekitar 1900 km dari barat ke timur dan sekitar 2400 km dari utara ke selatan. Luas keseluruhan wilayah ini lebih dari 2,5 juta km2. Lebih dari setengah dataran ini memiliki ketinggian di bawah 100m. Hanya bagian di sebelah selatan yang memiliki ketinggian diatas 250 m. Di sekitar wilayah ini terdapat kota-kota penting yaitu Omsk dan Chelyabinsk yang terletak di dekat Pegunungan Ural. Sesuai keadaan tanah di sekitar Pegunungan Ural yang kaya akan bahan-bahan mineral, kedua kota ini menjadi wilayah penambangan yang kaya akan batu bara.
Selain di wilayah dataran Siberia, di Plato Siberia Tengah juga kaya akan cadangan bahan mineral. Namun sebagian besar belum ditambang karena kendala transportasi serta kendala iklim yang kurang bersahabat.
Ladang batu bara Pegunungan Ural kebanyakan terdiri dari batu bara bermutu rendah dan mengandung banyak lignit (batu bara muda). Produk dari Cekungan Moskwa seluruhnya berupa lignit dan digunakan untuk bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Ladang batu bara Siberia Timur dan Kawasan Timur Jauh semakin lama semakin ditingkatkan produksinya, dan yang paling penting diantara ladang-ladangnya terrdapat di Ceremchovo, Bukacaca, Bureja, Pulau Shakalin dan Kansk-Achinks. Lebih ke utara dari kawasan ini terdapat cadangan yang sangat besar, terutama di Cekungan Tunguska dan Cekungan Lena. Ladang-ladang lain terdapat di L’vov-Volynsk dan Lembah Sungai Dnepr.
Hasil produksi minyak bumi di masa lampau pernah mengungguli Amerika Serikat. Lebih dari 70% hasil produksinya kini berasal dari ladang minyak Volga-ural dan selebihnya berasal dari ladang di Baku dan Pegunungan Kaukasus utara. Sementara ladang Volga-Ural tetap dominan, ladang-ladang baru mulai berproduksi, antara lain ladang Tumen di Tanah Rendah Siberia Barat dan ladang Semenanjung Mangyslak. Namun demikian produksi minyak bumi tetap berpusat di belahan barat Rusia. Kini satu-satunya yang penting dari sebelah timur Sungai Yenisei hanya ladang kecil di Pulau Sakhalin, kendati diperkirakan terrdapat cadangan yang cukup besar di Lembah Sungai Lena.
Produksi gas alam juga meningkat pesat. Sekitar separuh dari hasil produksi total berasal dari kawasan yang juga merupakan peanghasil utama minyak bumi seperti Baku, Kaukasus Utara dan Volga-Ural.
Mineral logam bertebaran luas di seluruh Rusia. Zona yang trerpenting ialah Pegunungan Ural, Rusia Eropa bagian selatan, Semenanjung Kola, Pegunungan Kaukasus, dan sejumlah distrik di Siberia Selatan.
Dalam produksi beberapa macam logam yang digunakan dalam industri besi dan baja, Rusia menempati peringkat atas dunia. Sedemikian kayanya Sumberdaya mineral di Rusia sehingga negara ini menjadi pengekspor bahan bakar minyak dan pelumas, logam mulia, bahan kimia serta alat transportasi.

Kondisi Perekonomian Rusia
Rusia mempunyai posisi penting dalam perdagangan energi dunia. Sebagai negara yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia dengan jumlah cadangan terbukti sebesar 1.680 TCF (tahun 2001) atau dua kali lebih besar dibandingkan cadangan gas Iran, terbesar ke dua untuk cadangan batubara setelah AS dengan jumlah cadangan sebesar 173 miliar ton,dan cadangan terbukti minyak sebesar 60 miliar barel (terbesar ke delapan di dunia). Perekonomian Rusia tumbuh pesat selama empat tahun terakhir, terutama ditunjang oleh ekspor komoditi energi terutama dari kenaikan jumlah produksi minyak yang signifikan dan keuntungan dari tingginya harga minyak bumi di pasar internasional selama periode tersebut. Kondisi ini menyebabkan perekonomian Rusia sangat tergantung dari pendapatan ekspor migasnya. Cadangan minyak Rusia sebagian besar terdapat di Siberia bagian Barat diantara pegunungan Ural dan dataran Siberia Tengah yang dikenal dengan Russian Core yang menjadikan Uni Soviet saat itu sebagai penghasil minyak utama dengan produksi mencapai 12,5 juta bph yang sebagian besar berasal dari wilayah Rusia. Produksi minyak Rusia sempat turun mencapai 6 juta barel/hari pada tahun 1996 (separuh dari produksi era Soviet) ketika terjadi reunifikasi Soviet. Produksi minyak Rusia kembali bangkit pada tahun 1999, dan pada tahun 2000 total produksi mencapai 7,65 juta bph (naik 28% dibandingkan tahun 1998). Pada tahun 2003 produksi minyak Rusia naik signifikan yang ditunjang dengan adanya kesepakatan dengan Arab Saudi untuk meningkatkan komunikasi diantara kedua negara produsen utama tersebut (Arab Saudi merupakan negara produsen ke dua). Diperkirakan produksi minyak Rusia akan mencapai 8,8 juta bph pada tahun 2004. Industri minyak Rusia dijalankan oleh lima perusahaan minyak terbesar yaitu Yukos, LU Koil,Surgutneftegaz Tyumen Oil Company, dan Sibneft yang memproduksi sekitar 70% minyak Rusia dan sisanya oleh sekitar 150 perusahaan kecil lainnya. Pada bulan April tahun lalu perusahaan minyak Yukos dan Sibneft melakukan merger membentuk perusahaan baru YukosSibneft yang menjadikan perusahaan ini terbesar di Rusia, menguasai cadangan terbukti sebesar 18,4 miliar barel dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta bph. Walaupun kemampuan produksi minyak Rusia tinggi, namun Rusia mempunyai kendala dalam infrastruktur transportasi. Akibat sistem monopoli disisi infrastruktur transportasi pipanisasi oleh perusahaan Transneft, perkembangan infrastruktur transportasi tidak dapat mengimbangi perkembangan produksi. Hal ini menjadi kendala bagi Rusia dalam memasarkan minyaknya, tidak hanya untuk pasar ekspor tetapi juga untuk pasar dalam negeri. Selama periode harga minyak tinggi ini, berbagai alternatif dilakukan oleh Rusia untuk meningkatkan kapasitas ekspornya antara lain dengan menggunakan rel dan alat angkut sungai walaupun biaya transportasi dengan cara ini menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan pipa. Untuk mendukung tingkat produksi yang demikian tinggi, Rusia terus mengembangkan dan memodernisasi sistem transportasi dan seluruh infrastruktur pendukungnya dan berbagai proyek pembangunan pipanisasi dilakukan. Pada tahun 2001, jalur transportasi Baltic Pipeline System (BPS) mulai dioperasikan yang membawa minyak dari Russia’s West Siberian dan Timan-Pechora ke pelabuhan Primorsk di Teluk Rusia. Jalur ini merupakan akses langsung menuju pasar Eropa dengan kapasitas angkut sebesar 360.000 bph dan akan dikembangkan menjadi sebesar 840.000 barel minyak bph pada tahun 2005. Disamping itu, juga direncanakan pembangunan jaringan pipanisasi dari Siberia barat dan Timan Pechora menuju Murmansk dengan kapasitas angkut sebesar 1,6-2,4 juta bph. Pembangunan jalur pipanisasi tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik dan sebagai outlet menuju pasar ekspor, tetapi juga untuk mengisi kebutuhan negara-negara tetangga seperti Belarus, Ukraina, Slovakia, Hongaria, dan Kroasia. Jalur ini dikenal dengan jalur pipanisasi Adria dengan kapasitas angkut 100.000 bph, dan dapat ditingkatkan menjadi 300.000 bph. Odessa-Brody pipeline juga merupakan bagian dari sistem transportasi melalui pipa yang dikembangkan oleh Rusia untuk mencapai pasar Eropa. Sejalan dengan peningkatan produksinya yang signifikan, ekspansi sistem transportasi jaringan pipa beserta fasilitas pendukungnya terus dikembangkan untuk mencapai pasar-pasar ekspor lainnya seperti Jepang dan Cina.
Berbeda dengan langkah Rusia dalam pengembangan industri minyaknya, sebagai negara yang memiliki cadangan gas terbesar di dunia, pertumbuhan industri gasnya tidak banyak berkembang sejak tahun 1992 akibat monopoli yang diberikan pemerintah kepada perusahaan Gazprom’s yang memproduksi hampir 90% gas Rusia dan menguasai jalur pipanisasi gas negara ini. Negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor gas Rusia tercatat Jerman, Ukraina, Itali, Belarus, Perancis, Turki, Hongaria, Polandia, Republik Czech, dan Slovakia. Lebih dari 25% kebutuhan gas Eropa dipasok oleh Rusia, dan akan terus ditingkatkan dimasa yang akan datang. Untuk mendukung rencana pengembangan pasar ekspor tersebut Rusia membangun jaringan pipa Blue Stream yang menghubungkan Rusia dengan Turki. Disamping itu, juga akan dibangun jaringan pipanisasi North Trans-Gas menuju Jerman.

Kesimpulan
Pada dasarnya Rusia adalah negara yang mempunyai prospek ekonomi yang bagus, ekspor kian meningkat dari tahun ke tahun namun yang menjadi kendala utama adalah masalah transportasi hal ini terkait dengan kondisi alamnya. Namun demikian Rusia selalu memperbaikinya agar perekonomian bisa dimaksimalkan. Denyut nadi perekonomian negara ini terletak dari mineral tambang yang tersebar di beberapa wilayahnya yang potensial, hasil tambang yang menjadi ekspor andalan terutama adalah minyak bumi.


DAFTAR PUSTAKA
Ensiklopedia Geografi 3 Dunia Untuk Pelajar dan Umum. Jakarta : PT. Lentera abadi
Redaksi Ensiklopedia Indonesia. 1990. Ensiklopedia Indonesia seri Eropa. Jakarta: PT. Intermasa
http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/message/790

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It

Wikipedia

Hasil penelusuran